repsol honda

now browsing by tag

 
 

Marc Marquez Ungkap Kondisi Fisiknya Jelang MotoGP Italia

Jakarta – Marc Marquez mengakui kondisinya saat ini belum 100 persen fit. Jelang menghadapi dua grand prix beruntun, rider Repsol Honda itu pun bersiap diri.

Sudah tiga balapan musim ini yang diikuti oleh Marquez, namun sejauh ini belum ada podium yang berhasil diraih. Catatan terbaiknya yakni finis ketujuh di MotoGP Portugal pada April lalu.

Saat berlaga di MotoGP Prancis yang berlangsung di lintasan basah pertengahan bulan ini, Marquez sempat memimpin balapan saat terjadi situasi flag-to-flag, namun akhirnya mengalami crash sampai dua kali dan gagal melanjutkan lomba.

Kini jadwal padat mulai tiba menghampiri Marquez. MotoGP Italia akan digelar di Mugello pada 30 Mei nanti, disusul MotoGP Catalunya di Montmelo sepekan berselang. Fisik juara dunia delapan kali itu akan lebih diuji, namun ia sudah bersiap.

“Saya sudah menjalani pekan yang bagus untuk proses pemulihan saya,” kata Marquez, dikutip oleh GPOne.

“Di Prancis kemarin kami menunjukkan potensi di trek basah, dan pekan ini di Mugello kami harus bekerja keras sejak Jumat pagi (latihan pertama), mencoba konsisten dan menemukan kecepatan yang bagus.”

“Saya paham akan keterbatasan fisik saya dan saya tahu ini tak akan menjadi pekan termudah untuk mendekati posisi pertama di trek kering. Sekarang akan ada dua balapan beruntun, ini pertama kalinya buat saya musim ini. Jelas akan lebih menguras fisik, tapi saya bisa melakukannya,” jelas Marquez.

Marquez kini berada di urutan ke-17 klasemen sementara dengan 16 poin, tertinggal 64 angka dari Fabio Quartararo (Yamaha) yang ada di puncak.

Repsol Honda Setia Menunggu Marc Marquez Naik Podium Lagi

Tim Repsol Honda setia menunggu Marc Marquez naik podium satu lagi. (Foto: Twitter @HRC_MotoGP)

Le Mans – Semangat juang Marc Marquez dalam race MotoGP Prancis 2021 diapresiasi tim Repsol Honda. Pabrikan Jepang itu selalu setia menunggu kemenangan The Baby Alien.

Marquez memulai balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (16/5/2021), dari posisi keenam. Rider tim Repsol Honda itu mampu merebut posisi terdepan di kala para pebalap lainnya mengganti motor akibat hujan turun di lap kelima.

Juara dunia delapan kali itu terus berada di posisi pertama selama empat lap berikutnya. Nahas, Marquez terjatuh di lap kesembilan dan tercecer ke urutan 18.

Marc Marquez perlahan menyalip lawan-lawannya dan naik hingga posisi ke-11. Petaka kembali menimpa rider Spanyol itu di lap ke-18 saat dirinya kembali mencium gravel, sekaligus mengakhiri balapan lebih awal.

Repsol Honda melalui manajer tim, Alberto Puig, mengapresiasi performa Marquez di Le Mans. MM93 dinilai menunjukkan perjuangan luar biasa, meski dengan kond “Kesimpulan dari balapan ini adalah seseorang yang lahir sebagai pemenangan akan selalu menjadi juara. Hari ini Marc melihat peluang untuk menang di Le Mans, bahkan dengan kondisi fisiknya. Dia sudah berusaha,” kata Puig.

“Dia memimpin balapan, jatuh, dan kemudian bangkit dan sekali lagi menjadi rider tercepat di trek. Sayang dia jatuh lagi, tetapi semangat dan kemauan di dalam dirinya luar biasa,” sambungnya.

“Itu benar-benar mendefinisikan kalau anda adalah semangat diri anda. Setelah berbulan-bulan ini dia tak pernah menyerah. Kita bisa melihat di Le Mans bahwa dia melihat dirinya memiliki peluang untuk menang, bahkan jika keadaan memaksanya untuk tak mencapai itu,”.

“Tentu saja kami tidak senang dengan hasil akhirnya, tetapi kami bahagia melihat Marc menunjukkan jati dirinya kepada kami. Itu tidak hilang setelah berbulan-bulan yang sulit ini,”.

“Dia ingin menang, dan cepat atau lambat itu akan terjadi. Dia saat ini belum siap secara fisik, tapi Honda HRC tahu itu dan menunggu sampai dia siap. Mungkin Marc butuh lebih banyak waktu, dan kami di sini menunggu,” demikian kata Alberto Puig mengenai Marc Marquez.

Marc Marquez Tertarik Balapan GP 500 2-Tak

Marc Marquez ingin mencoba balapan MotoGP 500cc. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)

Jakarta – Marc Marquez belum pernah merasakan balapan di kelas utama GP 500. The Baby Alien tertarik menjajal race motor bermesin 500cc 2-tak.
Marquez merupakan rider yang besar dan berprestasi di ajang MotoGP dengan motor bermesin 1000cc 4-tak. Sejak debutnya di kelas utama pada 2013, rider Repsol Honda itu sudah menyabet enam trofi juara.

Meski begitu, tidak sedikit yang menilai Marquez merajai lintasan berkat teknologi motor Honda RC213V miliknya. Rider Spanyol itu bahkan diragukan kemampuannya apabila mengikuti balapan zaman dulu, yakni GP 500 ketika masih menggunakan motor 500cc 2-tak.

GP 500 pernah menjadi kelas premier balapan motor selama rentang 1949-2001. Perlombaan dengan motor 500cc 2-tak itu diketahui sangat mengandalkan fisik, berbahaya, serta tanpa teknologi seperti ECU, launch control dan anti-wheelie.

Valentino Rossi menjadi satu-satunya rider aktif yang sempat mencicipi trofi GP 500. The Doctor menjuarainya pada musim 2001 dengan motor Honda NSR500.

Marc Marquez mengamini bahwa dirinya tumbuh bersama motor berteknologi tinggi sepanjang kariernya. Meski demikian, dia tetap tertarik menjajal balapan dengan motor 500cc 2-tak.

Valentino Rossi mengendarai Honda NSR500 tahun 2001. Wheelie kerap terjadi apabila motor 2-tak digas kencang. (Foto: Getty Images/Pascal Rondeau)

Honda NSR500 saya pikir akan sangat sulit pada awalnya, sebab motor itu sangat menguras fisik,” kata Marquez, dilansir dari Crash.

“Semua pengendara di era modern telah tumbuh dengan elektronik. Sesuatu yang banyak membantu tetapi juga menyulitkan, tergantung pada kasusnya,” dia menambahkan.

“Ngomong-ngomong, saya pikir akan asyik berlomba di balapan jadul dengan motor tua itu. Para penggemar pasti akan menikmatinya,” demikian kata Marc Marquez.

Honda Memang Lagi Bermasalah di MotoGP 2021

Marc Marquez saat mengendarai motornya di Sirkuit Jerez. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Jakarta – Sudah empat seri berlalu, dan belum ada pebalap Honda yang meraih podium di MotoGP 2021. Alberto Puig, manajer Repsol Honda, mengakui timnya memang menemui sejumlah masalah.
Sejauh ini, capaian terbaik motor Honda didapat oleh Takaaki Nakagami pada MotoGp Spanyol pada Minggu (2/5/2021) lalu. Ia berhasil finis di urutan empat.

Kecuali catatan di atas, tak ada lagi rider Honda yang finis lima besar di setiap lomba. Dengan motor RC213V, Pol Esparagaro masih kesulitan dan paling baik finis di urutan delapan MotoGP Qatar.

Marc Marquez masih belum membalap seperti dulu, dan catatan terbaiknya finis di urutan tujuh di MotoGP Portugal. Alex Marquez? Adik Marc itu crash tiga kali dan baru finis sekali, tepatnya urutan delapan MotoGP Portugal.

Catatan ini membuat publik bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di Honda. Motor mereka seperti sulit bersaing dengan Ducati dan Yamaha.

Espargaro sebelumnya mengeluhkan soal motor yang berbeda-beda antara satu rider Honda dengan yang lainnya pada MotoGP Spanyol kemarin. Seperti contohnya milik Nakagami, yang memakai sasis tahun lalu.

Motor Espargaro dengan Marc Marquez pun berbeda, sehingga Espargaro kebingungan mencari letak masalah yang dialaminya, karena semua rider seperti memakai spek khusus masing-masing dan tak bisa melakukan perbandingan.

Melihat apa yang terjadi pada timnya, Puig mengaku sedang mencari solusi. Ia berharap seri berikutnya di MotoGP Prancis pada 16 Mei bisa menjadi penebusan.

“Poin negatifnya, kami di Honda memahami bahwa ada sejumlah masalah yang kami hadapi berkaitan dengan motor. Tapi kami sudah mengidentifikasi hal tersebut,” kata Puig, dikutip situs resmi MotoGP.

“Kami berusaha yang terbaik, kami akan segera membawa suku cadang baru, dan terus bekerja keras untuk mempersiapkan para pebalap kami di balapan selanjutnya,” jelas pria yang juga eks rider 500 cc itu.