pbsi

now browsing by tag

 
 

3 Kali Lebaran Tak Kumpul Keluarga, Vito Akui Kangen Berat

Shesar Hiren Rhustavito tiga kali Idul Fitri tak berkumpul dengan keluarga. (Foto: dok PBSI)

Jakarta – Shesar Hiren Rhustavito kembali merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga. Dia pun rindu dengan suasana berkumpul saat Lebaran.

Vito, panggilan karib Shesar Hiren Rhustavito, sudah 3 kali Idul Fitri di pelatnas PBSI, di Cipayung, Jakarta. Dia sedang mempersiapkan diri jelang keberangkatan ke Spanyol, akhir pekan ini.

Tanpa keluarga,Vito menjalankan salat Id bersama pebulutangkis lainnya, beberapa pengurus PBSI, serta bagian keamanan.

“Ini Idul Fitri ketiga yang saya rayakan di Pelatnas Cipayung dan tidak pulang ke rumah,” kata Vito dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/5/2021).

“Sedih sih pastinya. Sudah tiga tahun tidak bisa merayakan dan kumpul bareng keluarga. Kangen juga,” ungkap atlet kelahiran 3 Maret 1994 ini.

Tapi, Vito sendiri maklum tidak bisa pulang karena harus persiapan mengikuti turnamen Spain Masters yang dihelat di Huelva, Spanyol 18-23 Mei. “Kami berangkat ke bandara besok Jumat malam,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Hediana Julimarbela. Pasangan Zacharia Josiahno Sumanti di nomor ganda campuran ini juga harus melewatkan momen Idul Fitri bersama sanak saudara karena persiapan kejuaraan.

“Kalau saya sudah kali kedua Lebaran di Pelatnas. Memang kali ini selain karena pandemi juga akan menghadapi Spain Masters. Jadi harus persiapan,” kata Bela, panggilan karibnya.

“Harapannya pasti COVID-19 ini segera berakhir supaya bisa kumpul bareng dengan keluarga. Selain itu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bisa mencapai lebih banyak prestasi,” ucap Bela menyoal harapannya tahun ini.

Turun Peringkat Kualifikasi Olimpiade, Gloria Harap-Harap

Turun Peringkat Kualifikasi Olimpiade, Gloria Harap-Harap Cemas

Jakarta – Kesempatan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja lolos kualifikasi Olimpiade tergantung hasil dari dua turnamen tersisa. Gloria mengaku akan berupaya main maksimal.

Hafiz/Gloria masih menjalani program latihan yang diberikan pelatih di Pelatnas PBSI. Perfoma mereka terus digenjot guna mengikuti dua turnamen Malaysia Open dan Singapore Open, sebagai ajang pengumpulan poin Olimpiade terakhir.

Terkait itu, persoalan muncul setelah hasil Kejuaraan Eropa dimasukkan dalam poin Olimpiade. Marcus Ellis/Lauren Smith yang tampil moncer dengan menjadi finalis pun menggeser Hafiz/Gloria di top 8 road to Tokyo.

Sementara Hafiz/Gloria akhirnya terlempar ke peringkat sembilan dan membuat peluang ganda campuran Indonesia untuk mengirimkan dua pasang kian tipis.

Melihat situasinya bersama Hafiz yang tergeser, Gloria mengaku sempat khawatir. Ia juga tak menyangka bahwa poin Kejuaraan Eropa masuk dalam kualifikasi Olimpiade.

“Ya sebenarnya di awal kita enggak tahu kalau event Eropa itu ternyata masuk poin Olimpiade. Kita juga sempat khawatir (ranking turun) tapi kita berdua tetap optimistis,” kata Gloria, Kamis (6/5/2021).

Pebulutangkis berusia 27 tahun ini mengatakan tetap berpikir positif sambil menyiapkan diri untuk persiapan ke turnamen selanjutnya.

“Memang tantangannya (jadi lebih berat) karena kami mau kasih yang terbaik, mau berjuang untuk hasil yang maksimal sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Gloria Emanuelle Widjaja

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, sebelumnya mengatakan Hafiz/Gloria wajib menembus minimal perempatfinal jika ingin menyodok poinnya kembali. Syukur-syukur mampu menembus semifinal dan final di Malaysia dan Singapura.

Selain itu, mereka juga diharapkan bisa mengalahkan lawan-lawan yang menjadi pesaingnya merebut poin Olimpiade.

Menukil undian Malaysia Open 2021, Hafiz/Gloria akan bertemu pasangan Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo di babak pertama. Hafiz/Gloria sejauh ini belum pernah terkalahkan oleh pasangan 19 dunia tersebut.

Jika mulus, Hafiz/Gloria akan bertemu unggulan tiga Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping pada babak kedua dan berpotensi bertemu Ellis/Smith di delapan besar. Hal itu dengan catatan, Hafiz/Gloria lancar sejak babak awal.

“Ya, sama (dengan target pelatih). Kami juga seperti itu (minimal perempatfinal dan maksimal semifinal dan final),” tegas Gloria.