liga champions

now browsing by tag

 
 

2 Kendala yang Bikin Liverpool Gagal ke Liga Champions

Jakarta – Liverpool saat ini jadi tim favorit finis di empat besar Liga Inggris demi mengamankan tiket ke Liga Champions. Namun, ada dua kendala yang bisa bikin mimpi The Reds buyar.
Hasil pertandingan pekan ke-37 Premier League membuat persaingan ke Liga Champions makin ketat. Dua tiket tersisa masih harus ditentukan hingga laga pamungkas.

Duel Chelsea vs Leicester City yang berakhir 2-1 untuk kemenangan The Blues membuat persaingan makin menarik. Leicester harus merelakan posisi keempat dihuni Liverpoool yang sukses menggasak Burnley 3-0.

Chelsea kini menghuni peringkat ketiga dengan koleksi 67 poin. Liverpool berhak menempati posisi keempat karena unggul selisih gol atas Leicester yang mengemas nilai sama, yakni 66 poin.

Di atas kertas, Liverpool jadi tim yang paling favorit mengamankan tiket ke Liga Champions. Namun, situasi bisa berubah jika Mohamed Salah dkk menuai hasil negatif di laga pamungkas.

Berikut hal-hal yang membuyarkan mimpi Liverpool ke Liga Champions.

  1. Kalah dari Palace

Di atas kertas, Liverpool memang tampak sukar dikalahkan Crystal Palace yang kini menghuni peringkat ke-14. Apalagi mereka akan tampil di Anfield dengan dukungan suporter.

Namun, Palace tentu bisa jadi batu sandungan bagi Liverpool di laga pamungkas. Terlebih mereka memiliki Christian Benteke yang bisa diandalkan menjebol gawang lawan.

Benteke yang masuk skuad timnas Belgia di Piala Eropa 2020, bisa jadi momok bagi barisan pertahanan Liverpool yang belum benar-benar solid tanpa Virgil van Dijk.

Liverpool bisa lengser dari posisi keempat jika kalah dari Palace, sementara Leicester menang atas Tottenham Hotspur.

  1. Ditahan Imbang

Liverpool musim ini sering kali membuang peluang meraih kemenangan saat melawan tim semenjana. Rapuhnya lini belakang jadi celah bagi tim lawan untuk mencetak gol di menit-menit akhir.

Hal ini terjadi ketika Liverpool dipaksa bermain imbang melawan Leeds United dan Newcastle United pada April lalu. Mohamed Salah dkk sempat unggul lebih dulu namun harus puas bermain imbang.

Manchester City Pastikan Gelar Juara Liga Inggris dan Liga Champions di Hadapan Chelsea?

Timo Werner dan Aymeric Laporte saat berduel. (Foto: REUTERS/Ian Walton)

MANCHESTER City – berpotensi memastikan gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions 2020-2021 di hadapan Chelsea. Pada Sabtu 8 Mei 2021 malam WIB, Manchester City akan menjamu Chelsea di lanjutan pekan ke-35 Liga Inggris 2020-2021.

Jika Manchester City mengalahkan Chelsea, The Citizens –julukan Manchester City– keluar sebagai jawara Liga Inggris 2020-2021. Manchester City saat ini mengoleksi 80 angka dari 34 pertandingan, unggul 13 poin dari Manchester United di tempat kedua (baru memainkan 33 laga).

(Man City dan Chelsea saat turun di semifinal Piala FA 2020-2021)

Andai Manchester City menumbangkan Chelsea, koleksi 83 angka milik Kevin De Bruyne dan kawan-kawan tak mungkin terkejar lagi oleh klub-klub lainnya, termasuk Manchester United. Sebab, jika pun memenangkan lima laga tersisa, koleksi poin maksimal Manchester United hanyalah 82 poin.

Bagaimana jika laga Man City vs Chelsea berakhir imbang? Man City harus menunggu pekan depannya, atau menunggu laga-laga yang dijalani Manchester United demi memastikan gelar juara Liga Inggris 2020-2021.

Bagaimana dengan Liga Champions? Manchester City juga bertemu Chelsea di partai puncak Liga Champions yang digelar di Stadion Ataturk, Istanbul, pada Minggu 30 Mei 2021 pukul 02.00 WIB.

BACA JUGA: Manchester City vs Chelsea, Final Liga Champions 2020-2021 Dipindah ke Inggris?

Manchester City lolos ke final setelah menang agregat 4-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal. Sementara Chelsea melaju ke partai puncak usai menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 3-1.

Karena itu, Manchester City bisa dua kali menyakiti Chelsea musim ini. Hal ini sekaligus membalaskan dendam atas sakit hati yang dirasakan Manchester City sebelumnya.

Sebelumnya, Manchester City disingkirkan Chelsea dari ajang semifinal Piala FA 2020-2021. Bertemu di Stadion Wembley, Manchester City tumbang 0-1 dari Chelsea, via gol tunggal Hakim Ziyech.

(Chelsea saat kalahkan Manchester 1-0 di semifinal Piala FA 2020-2021)

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, juga mempunyai modal untuk menyakiti hati Chelsea. Dalam dua kesempatan membawa tim asuhannya tampil di final Liga Champions, Guardiola selalu mengantarkan sang tim sebagai juara.

Di final Liga Champions 2008-2009, Barcelona menumbangkan Manchester United 2-0. Dua musim berselang, Barcelona lagi-lagi menghajar Manchester United, kali ini dengan skor 3-1. Kesimpulannya, Guardiola berpengalaman menghajar klub Inggris di final Liga Champions. Chelsea jadi korban berikutnya?

Roller Coaster Real Madrid di Liga Champions Musim Ini

Roller Coaster Real Madrid di Liga Champions Musim Ini (Getty Images/Clive Rose)

London – Real Madrid tersisih di semifinal Liga Champions, setelah dikalahkan Chelsea. Los Blancos sungguh naik-turun menjalani Liga Champions seperti roller coaster.

Chelsea vs Real Madrid tersaji di Stamford Bridge pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB. The Blues sukses menang dengan skor 2-0, via Timo Werner dan Mason Mount di masing-masing babak.

Chelsea pun berhak melangkah ke babak final Liga Champions musim ini. Klub asal London itu mengantongi agregat 3-1.

Real Madrid sejatinya tidak bermain buruk-buruk amat di laga tersebut. Pasukannya Zinedine Zidane unggul jauh dalam penguasaan bola, 68 persen berbanding 32 persen.

Tembakan ke gawang juga sama-sama berjumlah lima. Hanya saja, Chelsea memang lebih efektif.

Real Madrid tidak berkutik di hadapan Chelsea (Getty Images/Clive Rose)

Media Spanyol, Marca melansir kalau Real Madrid sungguh naik-turun nasibnya di Liga Champions musim ini. Mereka memulainya dengan tidak mudah, sempat di atas angin, lalu akhirnya tumbang juga.

Di awal kompetisi, Real Madrid secara mengejutkan dikalahkan Shakhtar Donetsk lalu diimbangi oleh Borussia Monchengladbach. Meski sempat menang dua kali atas Inter Milan, namun lolos dari fase grup harus dituntaskan sampai laga akhir.

kemudian di babak 16 besar, Los Blancos dengan mudah membungkam kuda hitam Atalanta. Puncaknya di babak perempatfinal, Real Madrid mendapat suntikan kepercayaan setelah mengalahkan Liverpool.

Real Madrid mampu meredam Liverpool (AP/Jon Super)

Di babak semifinal leg pertama di kandang, Real Madrid mampu menahan Chelsea dengan skor imbang 1-1. Tentu, itu modal bagus buat leg kedua karena kesempatan masih terbuka lebar.

Namun apa daya, Chelsea dengan superior mampu menjinakkan Los Blancos. Pasukan-pasukan muda Thomas Tuchel tidak ciut menghadapi Sergio Ramos dkk, yang beberapa di antaranya adalah pemain langganan juara Liga Champions.

Pun di babak semifinal Liga Champions, Real Madrid merupakan tim unggulan di banding lainnya (termasuk dari PSG dan Manchester City). Madrid adalah tim pengoleksi gelar terbanyak Liga Champions, dengan 13 kali. Sisanya Chelsea baru sekali, PSG dan City masih nol.

Ada banyak faktor yang membuat jalan Real Madrid di Liga Champions kali ini yang jadi batu sandungan. Dari krisis badai cedera, pemain-pemain yang positif virus Corona, hingga probelamtika European Super League.

Kini, Real Madrid menyisakan satu kans juara di Liga Spanyol. Maka saatnya, mereka mati-matian bermain sampai akhir musim nanti.