juventus

now browsing by tag

 
 

Pertaruhan Tiket Liga Champions di Laga Juventus Vs Milan

Laga Juventus vs Milan akan meramaikan Liga Italia akhir pekan ini (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)

Jakarta – Duel Juventus vs AC Milan akan meramaikan Liga Italia akhir pekan ini. Fabio Capello menilai pertandingan ini bisa jadi penentu siapa yang finis empat besar.

Juventus dan AC Milan sedang terlibat dalam persaingan ketat perebutan tiket Liga Champions. Sama-sama punya 69 poin dari 34 pertandingan, Juventus ada di peringkat ketiga klasemen Liga Italia dan unggul selisih gol atas Milan yang ada di posisi keempat.

Satu tiket ke Liga Champions musim depan sudah pasti jadi milik Inter Milan yang telah mengunci scudetto. Atalanta, yang ada di peringkat kedua dengan 69 poin, juga meramaikan perburuan tiket Liga Champions.

Posisi Juventus dan Milan di empat besar tak sepenuhnya aman. Napoli yang ada di peringkat kelima cuma tertinggal dua angka dari empat besar.

Akhir pekan ini, Juventus akan menjamu Milan di giornata ke-35 Liga Italia. Laga Juventus vs Milan akan digelar di Allianz Stadium, Senin (10/5/2021) dini hari WIB.

Fabio Capello menilai laga Juventus vs Milan akan sangat krusial buat kedua tim yang tengah memburu tiket ke Liga Champions. Siapa pun yang kalah, menurut Capello, bisa gagal finis di empat besar.

“Siapa pun yang kalah akan terdepak,” ujar Capello soal laga Juventus vs Milan kepada Corriere della Sera, seperti dilansir Football Italia.

“Ini bukan cuma soal klasemen, saya kira dampak psikologis dari kekalahan akan sangat berat.”

“Mereka sekarang sedang tidak oke, mereka adalah dua tim yang paling kesulitan, kalah dari rival langsung akan jadi pukulan telak,” kata Capello.

Juventus memenangi pertemuan pertama melawan AC Milan di San Siro pada Januari lalu. Bianconeri menang 3-1 berkat gol Federico Chiesa (dua gol) dan Weston McKennie.

Juventus Tak Takut Gertakan UEFA

Turin – UEFA bisa saja mendepak Juventus andai mampu meraih tiket ke Liga Champions musim depan. Namun, Bianconeri tak takut dengan gertakan itu.

Juventus menjadi salah satu klub yang belum menyatakan cabut dari European Super League. Ada pula Real Madrid, Barcelona, dan AC Milan, yang berada satu jalur dengan Si Nyonya Tua.

Empat klub yang belum cabut dari European Super League berpotensi mendapat larangan tampil di Liga Champions musim depan. Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, menegaskan bahwa klub tak takut dengan gertakan tersebut.

“Tidak, kami tidak takut akan hal itu. Kami berkonsentrasi, ini adalah tugas kami dan kami yakin bahwa kami dapat mengakhiri musim dengan semua target kami,” kata Pirlo seperti dikutip dari Football Italia.

Kontestan European Super League semula ada 12 klub, yang kemudian makin menipis seiring pernyataan tegas kontestan asal Inggris untuk mundur. Chelsea, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Manchester City, dan Tottenham Hotspur tak jadi ambil bagian buntut dari protes fans dan intervensi pemerintah setempat.

Di Italia, ada Inter Milan yang sudah tegas menyatakan mundur dalam keterangan persnya. Atletico Madrid dari Spanyol juga tegas untuk mundur dalam pernyataan resmi klub.

Mundurnya delapan kontestan itu tak lepas dari ancaman FIFA dan UEFA, yang melarang klub dan pemain tampil di ajang naungannya. Ada pula desakan suporter dan federasi negara setempat.

Juventus saat ini duduk di posisi keempat klasemen Liga Italia dengan 65 poin. Klub asal Turin itu cuma unggul dua angka dari Napoli di urutan kelima.

Evra: Juventus Sudah Salah Sejak Pecat Allegri

Jakarta – Juventus menjalani musim 2020/2021 dengan sangat buruk Patrice Evra menilai bahwa kesalahan besar Bianconeri sudah dimulai saat memecat Massimiliano Allegri.
Evra berkostum Juventus selama dua setengah musim setelah didatangkan dari Manchester United pada awal musim 2014/2015. Dalam kurun waktu itu bek kanan asal Prancis tersebut merasakan dua Scudetto, dua Coppa Italia, dan satu Supercoppa Italia.

Ada pula keberhasilan Evra membawa Juventus menjadi finalis Liga Champions 2015. Kala itu Si Nyonya Tua gagal juara usai tumbang 1-3 dari Barcelona.

Selama di Turin Evra menghabiskan perjalanannya di bawah arahan Massimiliano Allegri. Mantan juru taktik AC Milan ini kemudian dipecat pada Mei 2019 untuk digantikan oleh Maurizio Sarri.

Evra menilai bahwa itu menjadi awal petaka Juventus, yang dampaknya pada musim ini besar kemungkinan gagal merebut Scudetto yang kesepuluh secara beruntun di bawah asuhan Andrea Pirlo.

“Saya menderita seperti semua fans Juventus, tapi mudah untuk membicarakannya ketika Anda bukan Presiden, tapi opini saya adalah dari seseorang yang berkeringat darah untuk jersey ini,” kata Evra dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya.

“Saya berharap Andrea Pirlo baik-baik saja, dia adalah teman yang baik, saya berharap dia bisa bertahan di Juventus selama mungkin, tetapi saya juga harus mengatakan bahwa kesalahan terbesar adalah memecat Allegri: dia adalah pelatih yang cerdas, meski para penggemar bahkan mengkritiknya,” sambungnya.

“Ketika dia menang dan membawa kami ke Final Liga Champions. Anda mengira dia pria Milan, tapi percayalah, dia sangat cinta, dan masih mencintai Juventus,” Evra mengungkapkan seperti dikutip dari Football Italia.

Allegri membawa Juventus meraih lima Scudetto, empat Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italia. Ada pula dua final Juventus yang di bawah arahan Allegri.