KOI: Kontingen Olimpiade Butuh Rp 38 Miliar untuk Penerbangan Bisnis

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono (dok KOI)

Jakarta – Anggaran kontingen Indonesia menuju Olimpiade 2020 diprediksi mencapai Rp 38 miliar. Jumlah itu sudah menyesuaikan dengan pesawat penerbangan bisnis.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono menjelaskan pihaknya telah mengkalkulasi kebutuhan kontingen Indonesia ke Tokyo sebesar Rp 35 miliar – Rp 38 miliar.

Jumlah ini sudah termasuk tiket pesawat kelas bisnis pulang dan pergi yang diperuntukkan khusus bagi atlet Merah Putih sebagaimana arahan dari Presiden Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari dan Chef de Mission Rosan P. Roeslani.

“Kualifikasi Olimpiade masih berlangsung. Asumsi kami jika banyak yang lolos kualifikasi artinya membutuhkan budget kurang lebih Rp 38 miliar, tetapi jika sedikit yang lolos berarti ada di batas bawah yaitu Rp 35 miliar,” kata Ferry dalam keterangan rilisnya.

Ferry menambahkan, KOI masih perlu berdiskusi lebih lanjut dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait fasilitas tiket pesawat kelas bisnis bagi atlet Olimpiade. Sebab, dua cabang olahraga yaitu bulu tangkis dan angkat besi berencana berangkat lebih dulu pada 9 Juni untuk keperluan training camp (TC) di Negeri Sakura.

Sebelumnya, pemerintah melalui Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto juga disebut telah menyiapkan anggaran kontingen sebesar Rp 30 miliar. Gatot mengungkap angka tersebut sudah menyesuaikan dengan perkiraan jumlah atletnya pada kisaran 30 orang. Tapi tak menutup kemungkinan bertambah jika ada usulan dari KOI.

“Ini perlu kami koordinasikan lebih dulu karena TC di Jepang menggunakan dana Kemenpora. Apabila memungkinkan, atlet Olimpiade yang berangkat lebih dulu bisa mendapat fasilitas kelas bisnis dengan menggunakan dana kontingen,” dia menurutkan.

“Jika tidak bisa, mereka akan berangkat dengan kelas ekonomi tetapi pulang dari Olimpiade menggunakan kelas bisnis,” tambahnya.

Leave a Reply